Panduan Lengkap: Memperkuat Brand UMKM dengan Brand Guideline

Panduan Lengkap Memperkuat Brand UMKM dengan Brand Guideline Sali.co.id
Table of Contents

Sali Digital Agency di Jakarta | Hi Salizen, Tahukah kalian bahwa Brand Guideline itu penting, terutama bagi para pengusaha serta para bisnis owner UMKM, Kita dapat memperkuat brand UMKM, merek dan identitas usaha menggunakan Brand Guideline tersebut.

Pengantar Brand Guideline

1. Apa itu Brand Guideline?

Brand Guideline merupakan pedoman merek yang menjelaskan penggunaan elemen-elemen identitas merek secara konsisten.

Dokumen ini meliputi berbagai aspek penting dari merek, logo, warna, tipografi, gaya komunikasi, dan elemen grafis lainnya.

Tujuan menggunakan Brand Guideline adalah untuk memastikan bahwa semua konten yang diproduksi dan sebarkan oleh perusahaan memiliki tampilan yang seragam, sehingga dapat memperkuat identitas merek dan meningkatkan visibilitas di pasar.

2. Mengapa Brand Guideline Penting untuk UMKM?

Mengembangkan Brand Guideline memberikan sejumlah manfaat penting untuk bisnis UMKM, diantaranya adalah:

  • Konsistensi Merek: Dengan menggunakan Brand Guideline kita dapat memastikan bahwa seluruh mateeri konten pemasaran, komunikasi dan promosi menggunakan elemen merek dengan cara yang konsisten. Ini dapat membantu menciptakan identitas merek yang kuat dan mudah diingat oleh pelanggan.
  • Peningkatan Pengenalan Merek: Dengan menggunakan elemen merek atau brand yang konsisten, pelanggan dapat dengan mudah mengenali dan mengingat merek anda. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran merek dan membantu membangun loyalitas pelanggan.
  • Penghematan Waktu dan Biaya: Brand Guideline yang jelas memudahkan tim internal dan mitra bisnis dalam membuat materi pemasaran dan komunikasi. Dengan panduan yang sudah ada, proses pembuatan konten menjadi lebih efisien, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyusun materi baru.
  • Profesionalisme dan Kredibilitas: Merek yang konsisten dalam penampilan dan komunikasi mencerminkan profesionalitas dan kredibilitas. Ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis terhadap UMKM.
  • Koordinasi Yang Lebih Baik Dengan Mitra: Brand Guideline juga berguna untuk mitra bisnis dan agen pemasaran. Dengan pedoman yang jelas, mereka dapat berkerja sesuai dengan standar merek yang kita miliki dan mengurangi resiko kesalahan dan inkosistensi.

Secara keseluruhan manfaat Brand Guideline adalah untuk memastikan konsistensi merek, meningkatkan pengenalan dan loyalitas pelanggan, serta menghemat waktu dan biaya yang diperlukan untuk memproduksi sebuah konten pemasaran.

Hal ini mencerminkan profesionalisme, meningkatkan kepercayaan dan memfasilitasi koordinasi yang baik antara perusahaan dengam mitra dan agen pemasaran.

Langkah Langkah Membuat Brand Guideline

Menentukan identitas Brand UMKM

1. Visi dan Misi Brand untuk Identitas UMKM

Langkah pertama dalam menyusun Brand Guideline adalah menentukan visi dan misi brand yang dimiliki.

Visi merupakan gambaran besar tentang apa yang ingin dicapai oleh brand di masa depan, sementara misi menggambarkan tujuan dan cara untuk mencapai visi tersebut.

Kedua Visi dan Misi ini akan menjadi landasan untuk semua elemen yang ada pada Brand Guideline dan harus mencerminkan aspirasi dan tujuan jangkan panjang dari bisnis UMKM yang dijalani.

2. Nilai dan Kepribadian Brand

Selanjutnya, Identifikasi nilai-nilai dan keperibadian brand. Nilai-nilai brand adalah prinsip dasar yang membimbing keputusan dan tindakan perusahaan. Sedangkan kepribadian brand adalah cara brand berkomunikasi dan berinteraksi dengan audiensnya.

Definiskan bagaimana brand yang dimiliki ingin dipandang oleh pelanggan dan bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan dalam perilaku dan komunikasi sehari-hari.

Mendesain Elemen Visual Brand

1. Logo: Desain dan Variasi

Logo adalah elemen visual utama dari brand guideline. Desain dari logo harus sederhana, mudah untuk dikenali, dan mencerminkan identitas brand.

Pastikan untuk menciptakan logo untuk penggunaan yang berbeda, seperti versi horizontal, vertikal, dan hitam-putih, untuk memastikan fleksibilitas dalam berbagai konteks.

2. Skema Warna dan Tipografi

Pilih skema warna yang konsisten dengan identitas brand anda dan tentukan palet warna utama serta dan pendukungnya.

Warna memainkan peran penting dalam membangun citra brand dan mempengaruhi persepsi pelanggan.

Selain itu, terapkan jenis font (tipografi) yang akan digunakan dalam semua materi komuniasi, termasuk font utama dan pendukung, serta gaya penulisan yang sesuai.

3. Elemen Grafis Tambahan

Elemen grafis tambahan, seperti ikon, pola, dan ilustrasi juga penting untuk menciptakan identitas visual yang konsisten.

Definisikan gaya elemen grafis ini dan cara penggunaannya dalam berbagai materi untuk memastikan keselarasan dengan logo dan skema warna.

1. Ukuran Posisi dan Ruang Aman

Tentukan ukuran dan posisi logo yang tepat dalam berbagai aplikasi, serta ruang aman di sekelilingnya untuk memastikan logo tidak terdistrosi atau terhalang oleh elemen lain.

Panduan ini akan membantu menjaga kualitas dan visibilitas logo di semua media yang digunakan.

2. Larangan dan Penggunaan yang Tepat

Jelaskan larangan penggunaan logo, seperti perubahan warna, distorsi, atau penggunaan latar belakang yang tidak sesuai.

Menyediakan contoh penggunaan yang tepat dan yang salah akan membantu menghindari kesalahan yang dapat merusak citra brand.

Menetapkan Suara dan Gaya Komunikasi

1. Tone of Voice yang Konsisten

Tentukan tone of voice yang konsisten dengan kepribadian anda. Apakah brand yang dimiliki, apakah brand tersebut menggunakan bahasa formal, santai atau penuh semangat? Tone of voice ini harus diterapkan dalam semua komunikasi tertulis dan lisan untuk memastikan pesan yang konsisten.

2. Gaya Bahasa dan Pemilihan Kata

Terapkan gaya bahasa dan pilihan kata yang mencerminkan identitas brand. Hal ini terasuk memilih kata-kata yang tepat untuk audiens target dan memastikan bahwa bahasa yang digunakan selalu sesuai dengan nilai-nilai brand.

Gaya bahasa ini harus konsisten di semua saluran komunikasi, termasuk website, media sosial dan konten pemasaran.

Menyusun Panduan Media Sosial

1. Strategi Konten di Berbagai Platform

Kembangkan strategi konten untuk berbagai platform media sosial, termasuk jenis konten yang akan diposting, frekuensi, dan jadwal.

Panduan ini harus mencakup tujuan konten, audiens target, dan cara mengukur keberhasilan.

2. Panduan Visual dan Desain Grafis

Tentukan panduan visual dan desain grafis untuk media sosial, termasuk penggunaan elemen grafis dan branding di berbagai platform.

Ini meliputi ukuran gambar, format, dan cara mengintegrasikan logo serta warna merek dalam konten media sosial.

Menyiapkan Panduan Penggunaan Brand untuk Mitra

1. Standar Penggunaan Brand untuk Mitra

Berikan pedoman kepada mitra bisnis tentang cara menggunakan elemen brand, seperti logo, dan materi pemasaran.

Ini memastikan bahwa mitra mematuhi standar merek yang kita miliki dan menjaga konsistensi di seluruh materi yang mereka buat.

2. Pedoman dalam Pemasaran dan Iklan

Tentukan pedoman untuk pemasaran dan iklan, termasuk cara menyusun pesan yang sesuai dengan brand guideline.

Pastikan semua materi iklan dan promosi mengikuti pedoman yang telah ditetapkan untuk menjaga integritas dan kelearasan brand.

Implementasi dan Sosialisai Brand Guideline

1. Melatih Tim Internal

Implementasi brand guideline yang efektif dimulai dengan melatih tim internal perusahaan. Pelatihan ini memastikan bahwa semua anggota tim memahami dan mampu menerapkan brand guideline dengan benar dalam pekerjaan mereka sehari hari.

Berikut adalah beberapa langkah untuk melatih tim internal, diantaranya adalah:

  1. Penyuluhan Mendalam: Adakan sesi pelatihan yang mendalam untuk memperkenakan brand guideline yang efektif kepada tim, jelaskan setiap elemen guideline, termasuk penggunaan logo, skema warna, dan gaya komunikasi, serta bagaimana hal ini memperngaruhi identitas brand.
  2. Materi Pelatihan: Siapkan materi pelatihan yang mencakup panduan visual, dokumentasi dan contoh nyata. Ini dapat berupa presntasi, manual dan video tutorial yang memudahkan pemahaman.
  3. Sesi Praktik: Berikan kesempatan kepada tim untuk berlatih menggunakan brand guideline dalam tugas mereka sehari-hari. Diskusikan kasus-kasus praktis dan berikan umpan balik untuk memperbaiki pemahaman dan penerapan guideline.
  4. Evaluasi dan Penilaian: Lakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa tim terus mematuhi brand guideline. Penilaian ini dapat berupa kuis, wawancara atau audit materi yang telah dibuat.

2. Edukasi Untuk mitra dan Stakeholder

Selain tim internal, penting juga untuk mengedukasi bisnis dan stakeholder mengenai brand guideline. Ini memastikan bahwa semua pihak eksternal yang berhubungan dengan brand anda memahami dan mengikuti standar yang sama. Langkah-langkah berikut dapat membantu proses ini:

  1. Pedoman Brand: Kirimkan salinan brand guideline kepada mitra dan stakeholder, termasuk dokumen digital dan panduan visual yang relevan. Pastikan mereka menerima informasi yang komprehensif dan mudah diakses.
  2. Sesi Informasi: Adakan sesi informasi atau workshop dengan mitra dan stakeholder untuk menjelaskan brand guideline. Diskusikan bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam materi mereka dan mengapa konsistensi penting dilakukan.
  3. Support dan Bantuan: Tawarkan dukungan berkelanjutan kepada mitra dan stakeholder. Sediakan kontak atau tim khusus yang dapat dihubungi untuk pertanyaan atau klarifikasi terkait brand guideline.
  4. Feedback dan Revisi: Minta umpan balik dari mitra dan stakeholder tentang brand guideline dan proses implementasinya. Gunakan feedback ini untuk melakukan revisi dan perbaikan yang diperlukan.

3. Monitoring dan Pemeliharaan Brand Guideline

Setelah brand guideline diterapkan, penting untuk memantau dan memeilihara penggunaannya agar tetap konsisten dan relevan. Berikut adalah cara untuk melakukannya:

  1. Pemantauan Berkala: Lakukan pemantuan secara berkala untuk memastikan bahwa semua materi dan komunikasi mematuhi brand guideline. Ini dapat melibatkan audit rutin dan review terhadap konten yang dipublikasikan.
  2. Penanganan Pelanggaran: Tetapkan prosedur untuk menangani pelanggaran terhadap brand guideline. Tindak lanjut dengan tindakan korektif yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan dan mencegah terulangnya masalah yang sama.
  3. Pembaruan dan Revisi: Perbarui brand guideline sesuai dengan kebutuhan untuk mencerminkan perubahan dalam strategi bisnis, pasar atau tren desain. Pastikan untuk mengkomunikasikan perubahan ini kepada semua pihak terkait dan memberikan pelatihan tambahan jika diperlukan.
  4. Evaluasi Kinerja: Evaluasi aktivitas brand guideline dalam mencapai tujuan brand dan memastikan konsistensi di seluruh titik. Gunakan hasil evaluasi untuk terus menyempurnakan guideline dan strategi bisnis yang dimiliki.

Kesimpulan dari Penggunaan Brand Guideline

1. Dampak Brand Guideline pada UMKM

Brand guideline memberikan dampak signifikan bagi UMKM dengan menciptakan konsistensi dalam identitas dan komunikasi merek.

Dengan memiliki panduan yang jelas, UMKM dapat memperkuat citra merek mereka di pasar, memastikan bahwa semua materi pemasaran, komunikasi, dan promosi mencerminkan identitas brand yang konsisten.

Ini tidak hanya meningkatkan pengenalan dan loyalitas pelanggan tetapi juga memperkuat profesionalisme dan kredibilitas merek.

Konsistensi yang dihasilkan dari brand guideline membantu UMKM untuk lebih mudah dikenali dan diingat oleh pelanggan.

Ini juga mempermudah tim internal dan mitra eksternal dalam membuat materi yang sesuai dengan standar brand, menghemat waktu dan biaya.

Dalam jangka panjang, brand guideline berkontribusi pada keberhasilan brand dengan membangun kepercayaan dan meningkatkan daya saing di pasar.

2. Langkah Selanjutnya dalam Pengembangan Brand

Setelah menerapkan brand guideline, langkah selanjutnya adalah melanjutkan pengembangan brand untuk menjaga relevansi dan keberhasilan di pasar yang terus berubah. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Evaluasi dan Pembaruan: Secara berkala, evaluasi efektivitas brand guideline dan lakukan pembaruan sesuai dengan perkembangan pasar, tren desain, dan kebutuhan bisnis. Pastikan brand guideline tetap relevan dan mendukung strategi brand yang sedang berjalan.
  2. Pengembangan Strategi Pemasaran: Gunakan brand guideline sebagai dasar untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih luas. Fokuskan upaya pemasaran pada saluran yang paling efektif dan sesuaikan konten dengan pedoman merek untuk mencapai audiens target secara lebih efektif.
  3. Ekspansi dan Diversifikasi: Pertimbangkan untuk memperluas dan mendiversifikasi penawaran produk atau layanan Anda sambil tetap mematuhi brand guideline. Setiap ekspansi harus selaras dengan identitas brand untuk menjaga konsistensi.
  4. Engagement dengan Pelanggan: Terus tingkatkan keterlibatan dengan pelanggan melalui kampanye pemasaran, acara, dan komunikasi yang sesuai dengan brand guideline. Mendengarkan umpan balik pelanggan dan menyesuaikan strategi Anda dapat membantu memperkuat hubungan dan meningkatkan loyalitas.
  5. Pemantauan Tren Industri: Ikuti tren industri dan perubahan dalam preferensi konsumen untuk memastikan brand Anda tetap relevan. Adaptasi terhadap perubahan ini dapat membantu brand Anda tetap kompetitif dan menarik bagi audiens target.

Dengan langkah-langkah ini, UMKM dapat memastikan bahwa brand guideline mereka tidak hanya diterapkan dengan efektif tetapi juga berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis.

Pengembangan brand yang berkelanjutan akan membantu memaksimalkan potensi merek Anda dan mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar.

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X

Tentang Penulis

Picture of Ghasali Muhammad Elba
Ghasali Muhammad Elba
Seorang penulis dan freelance jasa pembuatan website menggunakan WordPress di Sali Agency untuk menyelesaikan permasalahan klien.

Mulai perjalanan digitalmu
bersama Sali Agency

Jasa Pembuatan Website Sali Agency CTA blog post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *